Sometimes, and often, it hard, even so hard to tell the truth. even we already know that telling the truth is a must. in fact, and factually, almost too hard to tell the truth since we are afraid of loosing. loosing friend(s), loosing popularity, loosing job that make us have chance to make money. afraid, [...]
Archive for the ‘Kritik sosial’ Category
Majalah bulanan Intisari edisi April 2011 di kolom MANCANEGARA hal 83 memuat sebuah cerita pendek tentang seorang gelandangan yang mengembalikan amplop berisi uang yang, jika dirupiahkan, isinya sebanyak sekitar Rp 13 Juta karena dia merasa amplop itu, bagaimana pun, adalah tetap milik seseorang dan yang pasti, dalam keyakinannya, sang gelandangan itu mengatakan bahwa pemilik amplop [...]
“Mama kok umbah-umbah (Mama kok masih cuci-cuci)…?” Menggelikan memang. Tapi, inilah yang saya dengar dari seorang ibu dalam kumpulan ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya sekolah. Sayapun sedang menunggu anak saya yang kecil pulang sekolah. Satu kali seminggu, saya bisa melakukan hal membahagiakan ini karena saya shift siang. Kebahagiaan yang tak tergantikan oleh apapun. Memang tak [...]
Ledakan bom di markas Jaringan Islam Liberal, yang sejatinya dikirim untuk Ulil Abshar Abdalla, pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL), tetapi meledak ketika “ditangani” oleh polisi yang mengakibatkan tiga personil baju coklat terluka, bahkan salah satunya harus kehilangan “sebagian” tangannya menyisakan pertanyaan,”Masih adakah ruang bagi perbedaan?” Perbedaan pandangan dan keyakinan dalam memahami agama, iman dan keimanan. [...]
“Jangan pilih yang itu. Itu tidak cocok buat kamu,” kami berkata kepada anak perempuan kami ketika mengantarkan dia membeli sepatu pada tahun ajaran baru. “Yang ini saja. Aku suka yang ini. Teman-temanku semua (?) pakai model seperti ini,”katanya menimpali saran kami. Ketika kami menunjukkan sepatu lain yang kualitasnya lebih bagus dan sesuai untuk dia serta [...]