Archive for May, 2008

Berita tentang mengamuknya para sopir angkutan kota seperti yang terjadi di Surabaya, Ambon dan tempat-tempat lain di penjuru negeri ini bukan hal yang baru. Setiap kali pemerintah memutuskan (dengan) untuk menaiikkan harga BBM pemandangan seperti ini selalu dan terus terjadi sampai saat ini. Saya pun mulai bertanya-tanya, kenapa hal ini selalu dan terus terulang? Kenapa selalu terjadi “anarkisme” kepada penumpang angkot (more…)

Kalau dalam posting sebelumnya saya membahas masalah negara (ini, di sini, dan di situ) dan bisnis miliaran dengan modal hanya seratus ribu, sekarang saya akan mengajak Anda berdiskusi tentang “hal kecil” yang sebenarnya justru adalah hal besar. Apa itu? KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan SIM (Surat Izin Mengemudi) bukan surat izin menikah lagi. Tujuan saya mengajak Anda berdiskusi tentang hal kecil ini supaya kita bisa sedikit lebih santai walaupun BBM dipastikan naik, entah kapan dan berapa persen kenaikannya. (more…)

Rekan netter, Anda pasti sudah tahu apa dan bagaimana bisnis online. Bahkan, saya yakin beberapa dari Anda pasti sudah mempunyai bisnis semacam itu yang Anda kelola sendiri dan membuat Anda menjadi orang yang benar-benar merdeka (?). Bisnis Online, Madu atau Racun sebenarnya? (more…)

Dalam posting sebelumnya, saya mengemukakan penolakan saya terhadap cara pemerintah untuk meredam gejolak dan menekan angka kemiskinan yang diakibatkan oleh kenaikan harga BBM yang akan segera diberlakukan. Untuk jelasnya Anda bisa baca di sini. Pada posting ini, saya masih akan berbicara tentang hal tersebut dengan mengaitkannya dengan kematian Sophan Sophiaan dan kebangkitan Nasional. Selamat membaca (more…)

Masih ingat BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang pernah digulirkan pemerintahan SBY? Saya harap Anda masih ingat. Untuk lebih mudah mengingat kembali, berikut ini “kata kunci” yang bisa Anda pakai:”Kenaikan harga BBM, Keluarga Miskin, Kompensasi, dan 100 ribu/bulan/keluarga.” Masih belum ingat, mungkin dua kata kunci ini bisa membantu:”antrian di kantor pos, BLT (Bisa Langsung Tewas).” Semoga Anda sudah ingat.
Tentunya BLT pernah menjadi kenangan pahit bagi kita sebagai bangsa. BLT atau Bantuan Langsung Tunai yang pada praktiknya berubah maknanya menjadi Bisa Langasung Tewas (BLT) (more…)