Bisnis Online:Madu atau Racun?

Posted: May 19, 2008 in etika bisnis online, Kritik sosial
Tags: , , , ,

Rekan netter, Anda pasti sudah tahu apa dan bagaimana bisnis online. Bahkan, saya yakin beberapa dari Anda pasti sudah mempunyai bisnis semacam itu yang Anda kelola sendiri dan membuat Anda menjadi orang yang benar-benar merdeka (?). Bisnis Online, Madu atau Racun sebenarnya??
Untuk Anda yang belum tahu tentang apa dan bagaimana bisnis online yang sesungguhnya, Anda boleh bertanya kepada yang sudah punya bisnis itu. Gak, cuma bercanda kok.. Gampangnya, bisnis online adalah bisnis atau usaha yang dikelola dengan menggunakan “mesin” online yang sering disebut internet. Bisnis semacam ini terus berjalan nonstop apapun situasinya , entah perang atau banjirbisnis ini tetap berjalan. Anda gak terlalu perlu repot ngurusi bisnis Anda karena semua dikerjakan oleh “mesin”. Hebatnya, penghasilan Andapun terus bisa mengalir dalam kondisi apapun juga. Hebat khan..?
Jika diringkas, bisnis online adalah bisnis yang RELATIF mudah dan potensi penghasilannya tidak terbatas. Tidak terbatas? Ya, karena market yang ada tidak pernah tidur dan bisa dari belahan bumi mana saja (tentunya selama tempat itu terjangkau oleh sambungan internet…hee..). Hebatnya lagi, penghasilan Anda tidak kena pajak. Itu yang membuat penghasilan Anda semakin besar.
Seringkali, para internet marketer mengatakan bahwa bisnis ini TIDAK SULIT dengan menunjukkan bukti rekening tempat mereka menampung penghasilan dari bisnis ini yang besarnya bahkan sampai milyaran rupiah, bisa dilakukan oleh siapa saja dan dari mana saja (tentunya satu syarat mutlaknya adalah adanya koneksi internet. Bahkan, orang yang baru ngerti internet pun bisa melakukannya. Dari sisi jam kerja, dibutuhkan tidak lebih dari 2 jam bahkan 1 jam perhari untuk mengelola bisnis ini untuk mendapatkan jutaan rupih dalam waktu satu bulan atau bahkan income pasif tidak terbatas. LUAR BIASA.
Hal-hal di atas adalah ciri dari promosi bisnis online yang dilakukan oleh internet marketer dan netpreneur melalui berbagai cara. Mulai cara yang baik dan sopan sampai cara-cara yang tidak bertanggungjawab alias spamming. Namun, dibalik semua kemudahan yang dijanjikan, ada satu potensi budaya baru yang bisa muncul sebagai akibat dari bisnis ini—KEMALASAN dan Mentalitas TRABASAN (Jalan pintas).

BUDAYA MALAS DAN MENTAL TRABASAN
Budaya dan mentalitas semacam ini lahir dari sebuah obsesi untuk mendapatkan penghasilan besar tanpa perlu kerja keras. Memang, kalau dibandingkan dengan bisnis konvensional offline, bisnis online lebih “tidak beresiko” dan lebih mudah serta murah. Mentalitas dan budaya ini timbul akibat salah mempersepsi keberhasilan netpreneur atau online marketer yang kepadanya kita membeli produk dan menjadi affiliatenya. Kenapa hal ini lahir dari sebuah kegagalan berpikir? Saya katakana kegagalan karena kita umumya selalu ingin (sudah sifat manusia) cepat kaya dan cepat sukses. Kalau merchant kita sukses mendapatkan penghasilan puluhan, ratusan bahkan milaaran rupiah kita ingin seperti mereka. Salahkah? Tidak! Tetapi yang salah adalah ketika kita hanya melihat satu sisi saja. Keberhasilannya saja yang kita lihat bukan bagaimana mereka mencapai sukses dan berapa serta apa saja yang telah mereka korbankan untuk mencapai hal itu. Inilah yang saya sebut sebagai obsesi yang salah. Obsesi pingin kaya, boleh-boleh saja. Siapa yang pingin miskin? Tidak ada! Saya pun tidak pingin kaya, punya banyak uang, punya banyak waktu untuk keluarga. Bagaimanapun “enaknya” menjadi orang miskin, jauh lebih enak jadi orang kaya (tapi dengan cara yang benar)! Betul?
Obsesi “sesat” ini bisa kita lihat melalui dan dalam iklan-iklan yang dipublish di internet untuk memasarkan sebuah produk yang umumnya adalah informasi how to be atau cara cepat menjadi kaya dengan bisnis online. Sayang sekali, contoh-contoh iklan semacam itu tidak bisa saya buat linknya karena posisi sebuah iklan dalam hitungan detik bisa bergeser (daripada delink tetapi pas di klik malah tidak ada sambungannya). Paling tidak beberapa model kata atau frase yang dipakai adalah,”KAYA TANPA KERJA, CARA MALAS DAPAT DUIT MELIMPAH, ONGKANg, ONGKANG-ONGKANG DUIT DATANG, dsb. Ini adalah model-model kata atau frase iklan yang sering dipakai untuk memancing dan menggerakkan orang mengklik link yang kita pasang. Hal ini masuk akal, karena semakin banyak trafik yang klik dan masuk ke blog atau situs kita, akan semakin besar potensi pendapatan (walaupun ada factor-faktor lain dalam blog atau situs kita yang memenetukan orang mau membeli produk kita atau tidak) karena pada hakikatnya bisnis online adalah masalah rasio dan angka. Samalah, bisnis apapun dan yang model bagaimanapun pasti menganut paham ini. Gampangnya, kalau iklan kita semakin sering dibaca oleh banyak orang, maka potensi orang tertarik untuk membli juga semakin besar. Sam saja kok sebenarnya. Cuma, bisnis online lebih menjajikan dari sisi trafik dan pangsa pasar.
Mungkin sekarang Anda bertanya, “Dari mana frase-frase seperti itu di dapat dan apakah benar-benar hal ini dalah cerminan dari kesesatan obsesi yang mengarahkan kepada timbulnya budaya malas. Ok, pertama. Frase-frase semacam itu bisa merupakan hasil dari kreasi sendiri atau ditiru dari informasi yang dibeli. Maksudnya? Seoarang pengiklan bisa merancang sendiri kata-kata seperti itu atau meniru apa yang dikatakan oleh internet marketer yang kepadanya seseorang membeli produk informasi. Umunya, sales letter selalu berisi kata-kata yang “membius”. Kata-kata inilah yang ditiru oleh pengiklan/anggota affiliasi. Salahkah? Tidak! Manusia sekarang bukan tipe yang terlalu mudah untuk dibius dengan iming-iming semacam itu.
Lalu hubungannnya dengan budaya baru—kemalasan? Ya, sekali lagi saya katakana bahwa obsesi yang timbul sebagai akibat dari melihat hanya dari satu sisi itulah yang menciptakan mentalitas dan budaya semacam itu. Seolah-olah memang bisnis online bukan bisnis yang tidak perlu perjuangan dan keahlian. Dan, seolah-olah pula, uang akan dengan sendirinya mengalir ke kantong tanpa kita perlu berbuat banyak hal. INILAH YANG SALAH. Mari kita ingat pepatah Londo,”No Pain No Gain” atau kalau kita terjemahkan secara bebas artinya Hasil Selalu Diperoleh Dengan Kerja Keras. Ini adalah hukum alam yang berlaku universal.
So, saya secara pribadi sangat menghargai netpreneur atau internet marketer yang member nama situsnya dengan nama yang memberikan inspirasi dan manusiawi seperti ini. Masih banyak nama yang bisa kita ketahui memberikan inspirasi dan memotivasi. Sekali lagi, yang perlu kita sadari, tidak ada bisnis yang berhasil yang dilakukan dengan asal-asalan dan setengah hati. Semua butuh perjuangan. Kalau Anda tidak percaya, belilah sebuah produk yang membahas tentang bisnis online dan pelajari baik-baik ebooknya (produk ini yang umum dijual). Adakah yang memberikan janji kepada Anda kaya dan berhasil tanpa kerja atau kerja asal-asalan. Saya rekomendasikan satu produk ebook yang baik dan bertanggungjawab yang tidak mendidik affiliatenya untuk menjadi seorang pemalas dan hanya menjadi seorang pemimpi sejati yang terobsesi menjadi kaya tanpa kerja karena salah mempersepsi.
Terakhir, bisnis online bukan hal yang harus ditakuti dan dihindari tetapi harus dicoba. Coba terus, jangan takut dan mundur. Yang salah adalah kalau kita tidak mau mencoba atau mencoba dengan obsesi yang salah yang pada akhirnya membuat kita menyebarluaskan obsesi sesat kita dengan menjadikan orang lain sebagai seorang pemalas dan pemimpi sejati. Saya bisa berkata seperti ini karena saya juga adalah member/affiliate dari sebuah produk informasi . So, dengan posisi seperti ini paling tidak saya sudah tahu isi ebook panduan untuk sukses di binis online secara bertanggungjawab dan penuh kerja keras. Madu atau racunnya bisnis online ada di tangan kita sendiri. Viva Bisnis Online!

Comments
  1. AGUS MK says:

    Saya ngak sepenuhnya sependapat dengan anda mengenai bisnis on line ini mas.
    Saya juga sebenarnya setuju dengan istilah “no pain , no gain” itu betul sekali.

    Saya (walaupun baru / newbie ) sedang berusaha belajar bagaimana cara bisnis ( mendatangkan uang ) secara online / menggunakan media internet. Bisnis online itu tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan anda, namun sebaliknya juga tidak berarti tidak mungkin dipelajari.
    Saya tidak mengukur kerja keras itu dari jumlah keringat yang kita kucurkan, bukankah ketekunan kita membaca buku , belajar membuat web site , memasuki forum untuk konsultasi , menghabiskan dana untuk membership , sewa domain , hosting , waktu yang dialokasikan , dan yang terpenting adalah mental untuk gagal dan berusaha untuk bangkit lagi adalah kerja keras yang sebenarnya juga ??

    Jika kita ingin menekuni bisnis online dan tentunya sukses , saya sangat yakin bahwa kita juga harus memiliki mental yang tangguh layaknya seorang pebisnis “real” di alam nyata ini. Karena bisnis online itu hakekatnya sama dengan bisnis offline, walaupun medianya berbeda.

    Karena apa ? karena kita bekerja sepenuhnya sendiri, kita harus punya mental , visi , dan misi yang sangat kuat untuk bisa berhasil, karena tidak akan ada atasan yang memerintah kita untuk mengerjakan ini atau itu , jadi jika kita tidak siap kita tidak akan kemana – mana disaat mencoba menekuni bisnis online !

    Tidak ada makan siang yg gratis !
    Jika ada anggapan bahwa bisnis online tidak perlu duit, kemudian bisa menghasilkan banyak duit ! itu bohong mas !

    Yang perlu kita perbaiki adalah mindset kita , belakangan ini kita mewarisi sepak terjang orang2 Indonesia yang tidak bertanqgung jawab yang merusak citra bangsa di mata netter internasional.
    Mulai sekarang marilah kita menjadi internet marketer yang baik , yang menggunakan cara2 yang legal dan manusiawi dalam berpromosi.

    Sekali lagi seperti di awal koment saya ini , saya adalah seorang newbie mas Bayu, mungkin anda jauh lebih paham maksud saya tapi saya ingin menyampaikan apa yang saya yakini bahwa tidak semua itu buruk , dan potensi online bisnis kedepan ini masih masih dan masih sangat menjanjikan.

    PS : Jika teman2 yang lain ingin belajar cara bisnis online dan apa aja jenis nya bisa coba di di sini aja http://www.indonesianetmarketing.com

  2. bayu says:

    Mas Agus, thanks sudah mengunjungi blog saya. Thanks juga atas komentarnya. But, inti dari posting ini bukanlah saya mengatakan bahwa bisnis online membuat kita malas. Not at all. poin yang anda sampaikan-tentang mindset itulah yang sebenarnya saya pingin sampaikan. KIta ini, umumnya, pingin ikut-ikutan sukses seperti orang lain tapi tidak mau meniru caranya. Singkatnya, mau hasil tanpa mau kerja keras. Coba perhatikan iklan-iklan ttg afiliate marketing, hampir semuanya ngomong gampang, duduk dapat duit. Saya tau itu cuma iklan but secara tidak disadari, iklan-iklan semacam itu menularkan kemalasan yang lahir karena obesesi yang salah. Saya sepakat dengan Anda, ukuran sukses seseorang bukan hanya duit. But itinya, thanks sudah mau sharing dengan saya. Saya coba berkali-kali leave comment di blog Anda tapi selalu gak berhasil. Mas. agus sudah baca posting terbaru. Ok, ayo maju bersama dalam bisnis online. Thanks

  3. kenci2112 says:

    Ya bisnis online bagai madu dan racun. Madu bagi yang serius dan mengerti cara efektif menjalankannya. Yang Fokus, ulet dan pantang menyerah ( Bisnis lain juga gitu kali ya ).
    Racun bagi yang hanya coba-coba dan gonta ganti.Ibarat orang menggali sumur, belum ketemu airnya udah pindah-pindah. ya terus aja tukang gali sumur tanpa mendapat air, cape deh…
    Ok rekan Bisnis online, yang jelas bisnis online memiliki potensi tanpa batas, menembus wilayah manapun, tanpa peduli RAS, Agama, atau wilayah.
    Tinggal kitanya, mau fokus atau ga…

    he..he.. sorry ya, kayak ngerti-ngertinya. Tapi saya coba share aje ya..thanks

  4. bayu says:

    benar bos, memang seperti itu faktanya. thanks udah sharing di sini.

  5. esudjiarto says:

    sama aja yah kayak kerjaan lainnya, ada tanggung jawab dan target untuk mencapai tujuan….tergantung kita mau dapat duit banyak yah musti kerja ekstra…duit dikit yah nyantai aja!🙂

  6. fsdfasdfs says:

    tukang tipu semua neh . najis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s