Guteres, NKRI, Merah Putih, dan Impian Banyak Orang

Posted: October 13, 2008 in Kritik sosial
Tags: ,

Kick Andy di Metro TV edisi siar ulang yang ditayangkan Metro TV pada Minggu 12 Oktober 2008 menghadirkan Eurico Guteres (Semoga emang begini penulisan namanya) sebagai bintang tamu. Bagi Eurico, mungkin ini adalah kesempatan pertama, pasca ia keluar dari pengapnya LP Cipinang karena membela merah putih. Ironisnya, apa yang dilakukannya justru dianggap sebagai pelanggaran HAM berat sementara para petinggi militer yang jelas-jelas memegang kendali atas keamanan bahkan milisi pro-integrasi dimana Gueteres adalah wakil panglimanya malah melenggang, bebas..bas. dari jerat hukum. Biasalah, di republic ini , entah karena apa, kebenaran dan keadilan bisa berlaku terbalik. Kambing hitam dan mencari-cari “kambing” untuk dihitamkan adalah hal yang lumrah..
Seperti biasanya, Andy, sang host, dengan gaya “garingnya” mampu membawa audiens yang hadir di studio maupun yang ada di rumah untuk bisa “larut” dalam gayengnya perbincangan. Garing tapi gurih, begitu saya menyebut gaya Andy memandu acaranya. Segaring-garingnya style Andy, ia mampu membuat Eurico buka mulut tentang apa yang dipikirkannya tentang NKRI, merah putih dan konsekuensi yang harus dipikulnya ketika tetap bersikukuh untuk mempertahankan merah putih. Bahkan ketika ia merasa kecewa dan dikecewakan oleh oknum pemimpin-pemimpin di negeri ini. Bukan karena ia harus mendekam di Cipinang tetapi karena pengungsi eks Timor-Timur yang memutuskan setia kepada NKRI dan Merah Putih terabaikan.
Yang menarik dari perbicangan “garing” gayeng ini, yang membuat saya bertanya-tanya tentang Eurico dan kesetiaannya terhadap NKRI dan Merah Putih, adalah dalam kondisi yang sangat sulit sekalipun sang mantan wakil panglima setia mati (buta?) kepada NKRI. Bahkan, demi kesetiaannya itu, sang pemimpin milisi rela berpisah dengan anak dan istrinya (Eurico mengakui, dia sadar adalah dosa baginya ketika anaknya harus jadi korban karena setia dan cinta matinya (buta ?) kepada NKRI.
Jujur saja, pernah terlintas di benak saya, sosok gondrong sedikit gimbal ini adalah sosok “orang gila.” Gila karena cintanya dia tidak lagi melihat luka dan kepedihan hatinya karena apa yang telah dialamnya bukan sebagai luka yang menyakitkan. Karena apa? Ya, itu tadi cintanya terhadap NKRI dan keinginannya untuk berkontribusi menjadikan NKRI ini lebih baik. Bukan gampang melakukan hal semacam ini. Mudah diucapkan, sulit dilakukan.
Satu hal lagi, dari perkataan Eurico yang saya piker ada benarnya adalah, bangsa (menurut saya bukan seluruh bangsa) yang aneh. Aneh karena tidak bisa menghargai pihak lain. Contoh yang dipakainya adalah perlakuan terhadap mantan lascar GAM dan terhadap pengungsi eks TimTim yang memutuskan untuk menjadi WNI. Berbeda bukan perlakuan pemerintah? Yang baru belajar mencintai negeri ini dan merah putih mendapatkan fasilitas yang luar biasa sementara yang telah terbukti kesetiaannya justru terabaikan. Atau memang begitu manusia? Ketika ada cinta yang sudah sekian lama, cinta itu dianggap sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja tetapi ketika ada cinta yang baru, cinta lama disisihkan. Ada apa dengan cinta?

Selain merah putih, hal lain yang menarik dari sosok Eurico adalah keberaniannya untuk mencalonkan diri menjadi caleg (calon legislative) tanpa menjanjikan memberikan uang atau materi apapun kepada masyarakat yang akan memilihnya. Secara jujur dia mengatakan dia tidak akan memberikan uang supaya orang memilihnya. Dia sadar, ketika itu terjadi, sebenarnya dia sedang mempersiapkan masyarakat yang memilihnya untuk memilih dan menjadikannya seorang koruptor.
Kalau saja ada seribu saja pemimpin di negeri ini seperti Eurico dalam hal kesetiaan, keberanian bersikap, ketegasan, dan mau ambil resiko atas pilihannya pasti negeri ini akan jauh lebih baik. Pertanyaannya sekarang, apakah Eurico bersikap seperti ini karena dia belum “jadi.”? Ya, semoga dia tetap tidak berubah setelah “jadi” nanti. Tidak ada gading yang tak retak, begitu kata pepatah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s