Sampah Pemilu: Sebuah Potensi Pendapatan (?)

Posted: June 5, 2009 in Kritik sosial
Tags: ,

Euforia Pileg (pemilihan Legislatif) sudah berakhir. ada yang gembira karena terpilih menjadi anggota dewan tetapi tidak sedikit yang stress dan bikin ulah yang memalukan dan semakin membuktikan bahwa sebenarnya mereka memang tidak seharusnya dipilih. Ada yang meminta kembali uang dan bantuan yang pernah diberikan, ada yang bunuh diri dan banyak yang ke paranormal. Apapun itu, itu adalah sebuah realita dan fenomena dari sebuah sistem yang disebut demokrasi. Pileg sudah berlalu dan akan datang pilpres. Apa yang bisa dipelajari dari yang pertama adalah ke mana dan bagaimana harus mengelola dan mengolah sampahnya. Dan mungkinkah sampah-sampah itu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kas daerah. Itu adalah salah satu dari sekian banyak pertanyaan yang masih tersisa.

Pesta sudah berakhir. Kemeriahan dan keriuhannya pun mulai sirna. Semua undangan sudah pulang ke tempatnya masing-masing dengan membawa perasaan dan penilaiannya sendiri-sendiri tentang pesta yang baru dialaminya untuk sesaat. Para caleg kontestan dalam pesta inipun mulai tahu nasibnya. Ada yang tertwa bahagia, ada yang meratap dalam kesedihan tetapi ada pula yang tetap berpikiran positif walaupun tak mampu menduduki kursi legislatif karena rakyat tak memilihnya dengan memberikan suaranya dengan mencontreng nama dan gambarnya. Ya, selalu ada berjuta rasa dalamdan dibalik sebuah pesta dan tumpukan sampah yang ditinggalkan dan diakibatkannya...

Pesta demokrasi pun tak selalu menyisakan banyak sampah. Sampah-sampah poster, spanduk, kayu dan berbagai atribut kampanye yang dipasang oleh kontestan peserta pemilu (caleg) selama masa prakampanye. Sekarang mari kita hitung berapa banyak sisa potongan kayu penopang spanduk-spanduk besar wajah caleg. Berapa banyak pohon bambu yang dipotong juga untuk menegakkan gambar wajah itu. selain itu, ada berapa banyak dan panjang kain spanduk outdoor dan kertas-kertas selebaran yang berjibun. Apakah ini tidak bisa dimanfaat sebagai sumber pendapatan, walaupun tidak banyak, untuk kas negara?

Memang, kalau kita berbicara tentang sampah pemilu, yang bisa dikategorikan sampah yang bisa “diuangkan” adalah sisa-sisa kayu dan poster wajah caleg. Masalahnya, ketika kita berbicara tentang hal-hal yang diambil dari milik sekelompok orang, dalam hal ini para caleg, walaupun hanya barang bekas, tentunya tidak akan dengan mudah negara menjual dan “mencairkan” barang-barang tersebut. Akuntabilitas dipertaruhkan. Yang saya maksud dengan sampah yang bisa dijadikan tambahan pemasukan negara adalah sampah-sampah poster besar dan kecil yang diturunkan dan disimpan oleh Satpol PP selama masa tenang. Pernah suatu hari harian Jawa Pos Radar Malang memublikasikan foto gudang Satpol PP penuh dengan atribut kampanye parpol dan caleg. Menumpuk sampai memenuhi gudang. Sampai kapan penumpukan tak berguna semacam ini terjadi?

Kalau setiap gudang Satpol PP penuh dengan barang-barang rongsokan seperti ini, selain menganggu pemandangan, efektifitas pemakaian gudang sebagai tempat penyimpanan barang juga sangat terganggu. Kenapa tidak diuangkan saja dan diterbitkan pemberitahuan kepada masyarakat mengenai nilai dari “hasil jarahan” ini. Memang, sekali lagi, kalau berbicara tentang duwit, sangat sensitif. Siapa yang berhak menjual dan bagaimana mekanisme tentunya juga sering dipermasalahkan dan dijadikan amunisi untuk “menembak”. Untuk menangani sampah ini sebenarnya mekanismenya sangat sederhana. Tidak perlu tender. Hanya penunjukan khusus. Pasti ada yang mau membeli sampah-sampah itu dengan harga yang sesuai dengan harga pasaran. Bukankah dari harga tersebut bisa digunakan sebagai dana tambahan untuk biaya operasional? Ini hanya sumbangan pemikiran ringan, sederhana dan sangat praktis. Masih ada pesta kedua yang akan dihelat pada Juli 2009. Tentunya akan banyak lagi sampah. Sampah sekalipun kalau dikelola dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Semoga berguna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s