Satu hal menarik dalam acara sidang paripurna MPR dengan agenda tunggal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 2009 adalah “slip of the tongue” Mr. TK (Taufik Kiemas). Selip atau tergelincir lidah ini jauh lebih “menarik” dibandingkan dengan ketidakhadiran mantan Presiden Megawati Soekarno Putri yang memang sudah (entah) ditradisikan(nya) setelah beliau tidak mlagi menjadi orang nomor satu di negeri ini. Apalgi setelah SBY, sang mantan anak buah menggantikannya menduduki kursi RI-1 pada 2004-2009 dan mengalahkannya dengan telak pada Pemilu 2009. Banyak versi memang tentang sikap Ibu ini. But, yang ganjil adalah kenapa Ibu tidak pernah datang dalam acara kenegaraan semacam ini dan 17 Agustus. Ibu, apakah Ibu tidak diundang sehingga memilih stay dan mengamati jalannya acara dari rumah saja?

Kembali ke Mr. TK. Entah karena gugup, entah kurang persiapan, atau karena sebab yang lain, pagi ini, Mr. TK yang politisi kawakan dan sudah lama “ngendon” di Senayan bolak-balik harus meminta maaf karena salah baca atau lupa membaca urutan teks. However, mungkin ini adalah kali pertama dalam sejarahpolitik modern Indonesia, ketua MPR tampak tidak menguasai materi dan menguasai medan sehingga mantan Presiden Habibie pun tertawa ngakak. Ngakak inipun tertangkap kamera dan disiarkan live.

Slip of the tongue, bisa dikatakan seperti itu, kalau terjadi hanya sekali atau dua kali. Tetapi ini, lebih dari itu. apakah ini indikasi kurang siap, kurang menguasai medan atau “demam panggung Mr. TK? Emang, tidak ada satupun substansi yang berubah dari isi acara dan jalannya acarapun tidak terganggu. Hanya “aneh” saja. Terlalu dini juga kalau kita menerjamahkan slip, slip, slip of the tongue Pak TK ini sebagai reaksi sontak karena menerima kedudukan yang saat ini diembannya. Tak pantas pula kalau keseleo lidah ini dihubung-hubungkan dengan sidrom kaget mantan oposan menjadi bagian dari pemerintahan walaupun ybs tidak duduk di bangku kabinet.

Memang, tak bisa dimungkiri bahwa duduknya Pak Tk ini adalah salah satu/sebagian adalah hasil samping dari koalisi panjang dan melelahkan dengan incumbent. Yang jelas, barisan koalisi dan bargaining-bargaining politik antar partai, paling tidak, sudah kelihatan hasilnya. Hasil selanjutnya akan lebih jelas dalam susunan kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 yang akan segera diumumkan.

Apapun yang terjadi hari ini dengan Mr. TK dan slip of the tonguenya tidak menghilangkan apresisasi saya secara pribadi kepada beliau dan partai yang sudah dibesarkan bersama Ibu Mega. Pak TK adalah politisi senior dan kenyang makan asam garam (nano-nano kali ya rasanya?) kehidupan dunia politik. Bukan bermaksud merendahkan, menghina atau hal-hal negatif lainnya, tulisan ini saya buat sebagai intermeso reflektif ringan. Ternyata, politisi senior pun bisa slip of the tongue. Singkatnya, politisi, sesenior apapun tetap manusia. Semoga Pak TK tidak kepleset-pleset nanti ketika harus mengritisi pemerintah. Selamat bertugas Pak TK. Kami menunggu gebrakan dan kekritisan Anda untuk mengusung aspirasi rakyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s