Avanza Bodong Itu..

Posted: October 28, 2009 in Kritik sosial
Tags: , ,

Heboh undian berhadiah Avanza bodong dengan mendompleng produk makanan kecil (snack) Tango terus berlanjut. Bahkan, penyebarannya pun semakin luas. Hal ini bisa dilihat dari terus masuknya komentar dan laporan di halaman komentar baik di kolom warta wikimu dan blog pribadi.
Hampir seragam. Hampir semua komentar yang diposting berisi, lebih banyak, sumpah serapah dan makian sebagai luapan dan ungkapan amarah karena nyaris tergelincir dan menjadi korban penipuan. Ada satu atau dua komentar bernada ungkapan syukur karena tidak jadi tertipu setelah googling untuk memastikan kebenaran kabar dari dua potong kertas pemberitahuan sebagai pemenang. Namun ironisnya, ada satu atau dua komentar yang menjeneralisasi bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa penipu. Salah besar.
Dari sekian banyak “teriakan”, arah teriakan yang sangat lantang ditujukan kepada produsen dalam hal ini PT ORANGTUA dan pihak berwenang, khususnya kepolisian. Dua instansi ini dirasa tidak ambil tindakan alias diam saja atau gak mau tahu. Padahal, dari pihak Tango sendiri sudah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hal itu. Salah satu pernyataan pihak TANGO bisa dibaca di sini tetapi memang harus pelan-pelan scrollnya. Sedangkan dari pihak kepolisian memang belum terdengar gaung tindakannya. Inipun kita tidak sepenuhnya bisa menyalahkan. Terlalu banyak masalah yang harus ditangani dengan bujet yang minim. Atau, kalaupun tidak seperti itu, masalahnya adalah kurang fokus karena penyebaran kupon-kupon undian yang sejatinya bodong itu sudah sangat meluas. Mungkin, sekali lagi mungkin, bingung harus mulai dari mana melakukan penyidikan. Semoga tidak seperti itu kenyataannya!
Dari kasus ini, pertanyaan yang harus dijawab adalah bagaimana oknum-oknum tidak beratanggungjawab ini memasukkan ratusan bahkan puluhan kupon bodong ke dalam kemasan TANGO dan mengepaknya kembali dengan rapi. Adakah sebuah sindikat jahat di baliknya? Yang jelas, sindikat jahat itu pasti ada. dari tujuannya kita tahu bahwa mereka adalah orang-orang jahat atau bahkan oarng “kreatif” dan oportunis yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan berusaha menjerat orang-orang yang sudah lama haus dan mendambakan “durian runtuh”.
Yang jauh lebih penting adalah, sudah sejauh mana masyarakat kita “sakit” sehingga secara tidak sadar terbentuk mind set OKB (orang kaya baru). Bukankah budaya semacam ini jauh lebih berbahaya baik untuk masa kini dan masa yang akan datang. Sayangnya, suara dan teriakan mereka yag tertipu tidak sekeras yang menyumpah-nyumpah. So, kita tidak punya data untuk, paling tidak, mengeluarkan kesimpulan awal sekalipun tentang hal ini. Semoga tidak banyak yang tertipu.
Kembali ke mentalitas. Apakah sudah sedemikian parahnya mentalitas bangsa ini sehingga “orang-orang kreatif” menjadikannya sebagai lahan bisnis baru yang digarap dengan sungguh-sungguh. Kalau kita memakai hukum ekonomi supply and demand, dapat dengan mudah ditarik kesimpulan bahwa memang ada kondisi sakit kronis dan terminal. Itu kan kalau kita ambil gampangnya. Akan tetapi, yang jelas tidak semudah itu, bukan? Tipu-tipu model semacam ini juga bisa dilakukan oleh para petualang dan oportunis sejati yang sebenarnya justru menunjukkan kebodohannya sendiri. But, sebodoh-bodohnya mereka, tetap ada yang lebih bodoh—yang tertipu. Sekali lagi, di mana letak masalahnya sehingga penipuan mendompleng TANGO, salah satunya, masih marak. Adakah hal seperti ini adalah lapangan kerja baru dengan potensi penghasilan maha besar tanpa kerja keras? Walahualam. Only heaven knows.
Akhirnya, semua berpulang kepada kita. mudah tidaknya kita menjadi korban penipuan memang sepenuhnya tergantung pertama-tama kepada sikap kita dalam menyikapi harta dan “durian runtuh”. Mungkin, salah satu yang bisa kita aplikasikan untuk memperkecil jatuhnya korban adalah, yang dikatakan orang bijak, “Tak ada hasil tanpa kerja, tak ada upah tanpa usaha, dan tak ada kemuliaan tanpa kerja keras. Semua perlu kerja keras. Bahkan, bisnis online marketing pun yang katanya bebas dari kerja keras, tetap perlu kerja keras.
Kadang mimpi dan bermimpi memang bisa menjadi pendorong dan motivasi untuk mencapai sesuatu yang kita idamkan. Kan tetapi, mimpi yang bertanggungjawab adalah mimpi untuk sesaat dan banyak waktu lainnya diluangkan untuk melakukan kerja keras dengan konsisten. Undian boleh ada. pemenangnya pun pasti ada. tetapi, ketika kita mempertaruhkan mimpi kita diatas dan dengan undian, mimpi itu tak lebih dari sekedar impian kosong tak bertanggungjawab. Semoga tak jatuh lagi korban undian bodong.

Comments
  1. rakha zul ikhwan says:

    saya mendapat undian berhadiah dari tango (PT. ULTRA PRIMA Abadi) yaitu berupa 1 unit toyota avanza. Tapi sayangnya itu cuman tipuan belaka, saya disuruh transper uang sebesar 3.500.000,- untuk biaya BBN dan STNK Mobil Tersebut. dasar “anjing”. untung saja saya bukan orang goblok yang bisa ditipu. dan saya berharap kepada Pihak Berwajib Khususnya Polda Metro Jaya untuk menangkap si penipu secepatnya. karena di dalam undiannya dia membawa Dir Lantas Polda Metro Jaya Bapak Drs. Condro Kirono, SH (Kombes). ini secara tidak lansung sudah melecehkan nama kepolisian secara tidak langsung. nama polisi sudah jelek karena Markus jangan ditambahin lagi dengan masalah yang sepele ini. tangkap dan tembak ditempat. sekian dari Rakha Zul Ikhwan (085297122488).

  2. jaujau says:

    yth ( PT. ULTRA PRIMA Abadi) KONTOL KAU

    penipu
    samamu aja AVANZA MU TU

  3. gatoet says:

    Pertanyaannya, ko bisa ya kupon itu ada di dalam bungkus tango, Saya mohon kepada pihak yang berwenang untuk mengusutnya, jangan diam saja, Saudara saya pun terkena penipuan itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s