KIAMAT TIDAK TIDAK ADA

Posted: November 24, 2009 in Kritik sosial
Tags:

Kiamat ternyata merupakan komoditas yang sangat laku jual dan bisa dipasarkan menembus batas-batas agama, suku, geografi dan latar belakang. Kiamat yang dalam kitab suci merupakan isu eskatologis diubah menjadi sebuah tontonan menarik yang mampu meluluhlantakkan batas dan sekat-sekat agama, golongan, suku dan geografi. Kiamat yang dulunya ditakuti (?) diubah (atau diputarbalikkan ?) menjadi sebuah sajian segar dalam filem bergenre thriller bertajuk 2012 yang dalam 3 hari tayang bisa menghasilkan 2,1 Triliun.
Kiamat tidak tidak ada. Paling tidak seperti itu pesan yang ingin disampaikan dalam 2012. Sebenarnya, filem dan tontonan yang temanya seperti ini sudah banyak sebelumnya. Hanya bedanya, 2012 yang menjadikan kalender suku Maya di Meksiko sebagai dasar dan acuan untuk membuat tontotan segar, yang sebenarnya jauh dari mencerahkan pikiran umat (dalam arti umat seluruh agama, berani mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Berani!
2012 mengundang berbagai reaksi di masyarakat. Seorang kiai di kabupaten Malang mengirimkan surat kepada MUI Jawa Timur untuk meminta MUI pusat mengeluarkan fatwa mengenai filem ini demi menjaga keimanan umat. Sebuah tindakan yang patut dihormati dan dihargai walaupun tidak dengan serta merta harus diaminkan.
Kalau Anda ditanya,”Kiamat ada atau tidak? Jawaban apa yang akan Anda berikan. Kalau saya,”Kiamat tidaktidak ada. kalau pertanyaan itu dikembangkan lebih jauh lagi,”Kapan kiamat akan terjadi?” jawaban Andapun pasti sangat beragam. Jawaban saya,”Mboten pirso!” sebagai sebuah isu eskatologis, kiamat memang tidak tidak ada. waktunya tidak ada seorang pun yang tahu. Kitab suci pun mengatakan seperti itu. waktunya tidak dijelaskan. Hanya tanda-tanda pra terjadinya dan apa yang terjadi yang digambarkan.
Lalu kalau kita kaitkan dengan film 2012, mana yang lebih kita percaya, kitab suci ataukah bualan Holywood yang “mengutak-atik” penanggalan suku Maya untuk mengeruk keuntungan mahabesar. Sebenarnya, Holywood tidak bisa dipersalahkan dalam hal ini. Yang ada di benak mereka hanya bagaimana membuat sesuatu yang bernilai jual tinggi (baca: mendatangkan keuntungan mahabesar) tanpa perlu promosi berdarah-darah karena promosinya sudah dilakukan oleh sebagian ilmuwan yang memberikan berbagai analisa mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi seiring berakhirnya penanggalan suku Maya pada 2012. Keadaan sudah dikondisikan dan terkondisi. Holywood dengan bualannya masuk ke kondisi yang sudah “panas”. Maka, jadi deh.
Lalu seharusnya bagaimana sikap kita? nonton atau tidak? Tidak ada yang bisa melarang Anda untuk nonton filem ini selama uang yang Anda gunakan untuk membeli tiket adalah uang Anda sendiri. Runtuhkah iman kita setelah melihat tayangan ini? Tidak juga! Kalau kita sudah berpegang pada kitab suci, filem-filem seperti ini hanya akan menjadi tontotan dan hiburan se-thrilling apapun dia.
Ketika kita berpegang pada kitab suci, justru kita akan mengetahui kalau yang dilakukan Holywood sebenarnya adalah, tidak lebih dari, menjual sensasi. Mari baca dan kaji lagi kitab suci kita masing-masing. Adakah orang yang bisa menyelamatkan diri dari hari itu dengan menggunakan cara-cara duniawi ini? Tidak bukan? Ini adalah salah satu parameter bahwa sebenarnya Holywood, dalam pikiran materiasliemenya sedang menjual ketidaktahuan mereka. Tidak arif kalau kita buru-buru menunjukkan jari dengan mengatakan bahwa AS dan YAHUDI sedang bermain untuk menggoyang akidah umat. Terlalu dini untuk mengatakan seperti itu.
Karena kiamat memang tidak tidak ada, ini pendapat saya, apakah tidak lebih baik kalau mulai sekarang kita berusaha memperbaiki diri dan keimanan kita. seandainya kiamat terjadi hari ini, apakah kita sudah siap menyambutnya? Yang jelas, tidak akan ada seorang manusiapun yang bisa lolos dengan cara bersembunyi di manapun, dengan cara bagaimanapun. Kiamat tetap merupakan sebuah misteri dan isu eskatologis yang tidak disingkapkan sepenuhnya oleh Tuhan. Semuanya adalah rahasia sang Khalik.
Sebelum memutuskan untuk menonton untuk memuaskan keingintahuan kita, yang perlu dipikirkan adalah apakah memang diperlukan antri berjam-jam hanya untuk menunggu mendapatkan satu dua lembar tiket. Apakah hasrat kita terpuaskan setelah berjuang antri berlama-lama hanya untuk duduk di bioskop selama 157 menit. Tentunya ada pertimbangan-pertimbangan lain selain manfaatnya untuk iman kita yang perlu dipikirkan sebelum menonton. Yang jelas, tidak dilarang nonton selama kita bayar dan uang yang kita pakai untuk beli tiket keluar dari kocek sendiri. Wikimu tidak mengadakan program nonton bareng? Kalau menurut Anda, kiamat ada atau tidak? Saya tidak tanya waktunya. Silahkan berkomentar.

Comments
  1. anaini says:

    kapan kiamat? Rasul aja ga tau🙂 apalagi kita. trus apa bedanya mati sendirian sama mati berjamaah? yang jelas karena kita semua udah gede *:D* udah taulah apa yang sebaiknya dilakukan mumpung masih hidup ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s