Posts Tagged ‘hukum adat’

Gatra No. 34 Tahun XV edisi 2-8 Juli 2009 pada kolom ragam menampilkan profil suku Anak Dalam. Yang menarik disini adalah terjadinya pengenaan hukum positif kepada 2 orang tetua adat (Mata Gunung dan Celitai). Mereka dikenai tindakan hukum positif karena jatuhnya korban meninggal dari dua belah pihak karena terjadinya keributan antara dua kelompok yang berawal dari urusan sewa menyewa mesin gergaji. Begini kisahnya.
Kelompok Madjid atau Mata Gunung menyewa mesin pemotong kayu dari Celitai. Harga sewa yang dispekati Rp 800.000. Biaya sewa sudah dibayar tetapi masih kurang Rp 50.000. dari sinilah awal terpicinya bentrokan antara dua kelompok ini yang berujung pada kematian 4 orang. Madjid melunasi kekurangan tersebut. Tetapi, dalam proses pelunasan inilah terjadi “salah ucap” yang membuat pihak Celitai tersinggung dan menyulut terjadinya keributan berdarah yang mengakibatkan 4 nyawa melayang.. (more…)

Advertisements